
Era Stasiun Meteorologi Susilo (Sebelum 2018)
Pada mulanya, stasiun pengamatan cuaca di Kabupaten Sintang bernama Stasiun Meteorologi Susilo. Penamaan ini merujuk pada lokasinya yang berada di dalam area Bandar Udara Susilo yang terletak tak jauh dari pusat kota Sintang, Kalimantan Barat.
Fokus utama stasiun ini sejak awal adalah memberikan layanan informasi meteorologi untuk keselamatan penerbangan di Bandara Susilo, sekaligus melakukan pengamatan cuaca permukaan dan peringatan dini terkait bencana hidrometeorologi (seperti curah hujan tinggi, banjir, dan angin kencang) untuk masyarakat Sintang dan sekitarnya.
Relokasi ke Bandara Tebelian (Awal 2018)
Seiring perkembangan zaman, letak Bandara Susilo yang berada di tengah kota dinilai tidak bisa lagi dikembangkan (terutama untuk perpanjangan landasan pacu guna menampung pesawat yang lebih besar). Oleh karena itu, pemerintah merelokasi pusat penerbangan Kabupaten Sintang ke lahan baru seluas 144 hektar di Kecamatan Sungai Tebelian.
Sebagai instansi vital penunjang keselamatan penerbangan, BMKG Sintang turut mengikuti perpindahan bandara ini.
- Pada 30 Maret 2018, peralatan observasi meteorologi dan navigasi mulai dipersiapkan dan dipindahkan ke lokasi baru.
- Pada 26 April 2018, operasional penerbangan Bandara Tebelian resmi dibuka, menggantikan Bandara Susilo. Mengikuti relokasi ini, nama stasiun pun resmi berganti menjadi Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian Sintang.
Pengembangan Infrastruktur dan Radar Cuaca (Agustus 2018)
Pasca perpindahan ke gedung operasional yang baru, BMKG pusat secara masif meningkatkan infrastruktur Stasiun Meteorologi Tebelian.
Pada 15 Agustus 2018, BMKG meresmikan gedung baru sekaligus mengoperasikan Radar Cuaca di Stasiun Meteorologi Tebelian. Pemasangan radar ini menjadi tonggak sejarah penting karena sangat krusial dalam mendeteksi dan menyediakan informasi peringatan dini cuaca ekstrem (seperti puting beliung, hujan lebat, dan potensi longsor) secara lebih cepat dan akurat, tidak hanya untuk Sintang, tetapi juga cakupan wilayah Kalimantan Barat bagian timur.
Peningkatan Status Menjadi Kelas II
Seiring peningkatan volume penerbangan di Bandara Tebelian serta semakin luasnya tanggung jawab wilayah dalam mitigasi bencana hidrometeorologi di kawasan timur Kalimantan Barat, BMKG melakukan restrukturisasi organisasi. Melalui penataan organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG, status kelembagaan stasiun ini resmi ditingkatkan dari Kelas III menjadi Stasiun Meteorologi Kelas II Tebelian Sintang.
Kenaikan kelas ini membawa perubahan signifikan, baik dari segi penambahan struktur internal (seperti pembentukan Subbagian Tata Usaha serta Seksi Observasi dan Informasi), peningkatan kapasitas SDM, hingga modernisasi peralatan observasi demi menyajikan pelayanan data meteorologi yang jauh lebih cepat, tepat, dan akurat.
Status dan Operasional Saat Ini
Hingga saat ini, Stasiun Meteorologi Kelas II Tebelian Sintang beroperasi penuh selama 24 jam setiap harinya.
- Lokasi: Jl. Patih Tengan, Manter, Kec. Sungai Tebelian, Kab. Sintang (berada di ketinggian 28,96 meter di atas permukaan laut).
- Fungsi Utama: Selain terus menunjang operasional lepas landas dan pendaratan pesawat di Bandara Internasional Tebelian, stasiun ini aktif melakukan pengamatan meteorologi penerbangan, mendiseminasikan prakiraan cuaca rutin, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian (Polres), dan institusi lain dalam operasi penanggulangan bencana di wilayah Sintang dan sekitarnya.

Magnitude
Kedalaman
Lokasi :
Pusat gempa berada di Laut 64 km barat laut Maluku Barat Daya
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat